logo kelompok wanita tani
Penelitianini dilatarbelakangi adanya masalah dalam kegiatan pemanfaatan pekarangan rumah yang dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Sari di Kelurahan Pulokerto yakni kurang terurusnya kebun demplot, rendahnya minat dan partisipasi KWT Mekar Sari, serta permasalahan pada tanaman yang ada di pekarangan masing-masing anggota KWT Mekar
Mataram- Menyambut perayaan Hari Tani Nasional, Kementerian Pertanian mengadakan kegiatan panen serentak Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Dalam kesempatan kali ini, Kelompok Wanita Tani (KWT) Flamboyan Kelurahan Pagutan Kota Mataram yang diajukan sebagai lokasi pelaksanaan panen serentak nasional wilayah NTB pada Hari Kamis, 24 September 2020.
BANGKAPOSCOM, BANGKA -- Kelompok Tani (Poktan) Subur Lestari Desa Cambai Selatan dan Poktan Karya Gemilang Desa Lubuk Pabrik di Bangka Tengah mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat. Kini, dua
KelompokWanita Tani; LAYANAN INFORMASI. INFORMASI WAJIB BERKALA. LPJ/LRA; LPPD / LPJ AMJ; Profil Pemerintahan Desa; Regulasi Desa. SK; Peraturan Desa; PERATURAN KEPALA DESA; Keputusan BPD; Pengadaan dan Informasi Desa; INFORMASI TERSEDIA SETIAP SAAT. RPJMDES; RKPDES; APBDES dan Perdes APBDES; ASET DESA; PEMBANGUNAN DESA;
Jakarta- Universitas Nasional (Unas) melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Perempuan Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) . Kedua belah pihak menandatangani kerja sama dalam hal aktivitas akademik seperti penelitian, workshop,
Les Site De Rencontre En France. UNTUK meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, Kementerian Pertanian Kementan terus melakukan pembinaan dan pendampingan pada kelompok tani poktan atau gabungan kelompok tani gapoktan serta kelompok wanita tani KWT. KWT merupakan salah satu kelembagaan petani yang mana para anggotanya terdiri atas wanita yang berkecimpung dalam kegiatan pertanian. Melalui Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project SIMURP, Kementan telah melakukan pembinaan dan optimalisasi kelembagaan wanita tani melakukan kegiatan pemberdayaan pada wanita tani melalui KWT di 8 provinsi dan 76 kabupaten lokasi SIMURP. Menteri Pertanian Mentan Syahrul Yasin Limpo menyampaikan bahwa untuk menjadikan pertanian maju, mandiri, dan modern harus mencetak sumber daya manusia SDM pertanian yang berkualitas termasuk wanita taninya. "Keberadaan para petani juga sangat vital dalam mewujudkan pencapaian ketahanan pangan. Dalam penerapan teknologi pertanian yang direkomendasikan," katanya. Mentan sangat berharap pelatihan-pelatihan yang sudah dilaksanakan dapat mendorong petani menjadi unggul, profesional dan berdaya saing. “Bertani itu keren ditambah lagi adanya dukungan Program CSA SIMURP yang mengajarkan banyak hal kepada petani terutama dalam mengelola pertanian yang ramah lingkungan,” tegasnya. Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, mengatakan kegiatan pemberdayaan KWT yang sudah dilaksanakan, selain bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya. Pemberdayaan juga untuk meningkatkan pelayanan kepada petani khususnya anggota KWT agar usahataninya yang berbasis off farm hilir berkembang. "Sehingga pendapatan dan kesejahteraan keluarganya juga meningkat dan dapat sebagai pengungkit peningkatan perekonomian di perdesaan," ujar Dedi dalam keterangan yang diterima, Rabu 13/10. Melalui Program SIMURP diadakan kegiatan Bimtek bagi wanita tani khususnya di lokasi Program SIMURP yaitu daerah yang mendapat aliran irigasi DI yang dikelola oleh pusat. Dedi menambahkan jika KWT tidak hanya mendapatkan pelatihan saja, tapi juga fasilitasi berupa bantuan sebesar Rp20 juta dan wajib dibelikan untuk pembelian sarana alat mesin yang dipergunakan untuk pengembangan usaha olahan untuk meningkatkan nilai tambah. Sri Puji Rahayu, selaku Penyuluh Pertanian Pusat, menjelaskan KWT yang mendapat Bimtek merupakan KWT pilihan, yaitu KWT yang memenuhi persyaratan dan aktif mempunyai kegiatan rutin serta terdaftar di Sumluhtan. Selain itu jumlah anggotanya minimal 15 orang harus dibuktikan dengan NIK dan memiliki usaha yang dapat dikembangkan terutama usaha pengolahan hasil pertanian. "Dengan menumbuh kembangkan usaha olahan KWT di 8 provinsi lokasi SIMURP merupakan hal yang strategis untuk menggerakkan insan pertanian agar petani khususnya anggota KWT mampu melaksanakan kegiatan yang tidak hanya menyangkut on farm saja, akan tetapi juga terkait dengan aspek-aspek off farm agribisnisnya," ujarnya. Sri Puji menambahkan, untuk menjaga kualitas KWT agar tidak menjadi kelompok merpati kelompok yang aktif berkegiatan bila ada bantuan dalam pengembangan usaha KWT, Kementan telah menetapkan beberapa prinsip. Di antaranya. KWT berada di wilayah BPP yang menjadi lokasi pelaksanaan SIMURP, wanita tani berusia sekitar 19-50 tahun atau sudah menikah. "Juga mampu mengembangkan dan mengolah komoditas unggulan yang dapat menjadi usaha unggulan kelompok, siap dan bersedia belajar untuk mengembangkan usaha pertaniannya serta didampingi oleh penyuluh pertanian sebagai fasilitator dalam pelaksanaan pengembangan KWT selanjutnya," katanya. Salah satu contoh pengembangan usaha KWT dapat dilihat di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, KWTnya telah berhasil mengembangkan keripik jamur dan telah dipasarkan melalu online maupun dijual di pasar lokal. Contoh lainnya lagi ada di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, KWT memanfaatan singkong yang diolah menjadi kripik singkong dan opak opak dengan pangsa pasar anak anak sekolah serta pasar lokal. Dari hasil olahan tersebut, para wanita anggota KWT sangat bersyukur karena banyak menerima manfaat baik secara finansial maupun sosial serta mendapat banyak ilmu dari kegiatan bimtek yang dilakukan oleh Kementan, Dinas Pertanian serta Dinas terkait lainnya. *
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Logo adalah sebuah identitas kelompok atau organisasi secara visual. Logo biasanya memiliki sebuah filosofi atau makna tersendiri yang merupakan ciri khas dari sebuah kelompok maupun organisasi tersebut. Sebuah logo dapat membuat masyarakat mengenal dan mengingat sebuah kelompok atau organisasi tanpa harus membaca lagi 132 KKN-T MBKM UPN “Veteran” Jawa Timur membantu Kelompok Wanita Tani KWT Melati Kelurahan Kepanjenkidul Kota Blitar untuk membuatkan logo. Sebelumnya, KWT Melati sudah memiliki logo sebagai identitas. Tetapi kelompok tersebut bersedia untuk dibuatkan logo baru oleh kelompok 132. Dokpri Pada Rabu 15/6 lalu kelompok 132 mempresentasikan beberapa logo yang telah dibuat untuk KWT Melati. Masing-masing logo tersebut memiliki filosofi tersendiri. KWT Melati sangat antusias melihat beberapa logo yang telah dibuatkan dan merasa bingung harus memilih yang mana. Dari beberapa logo yang telah dibuat oleh kelompok 132, KWT Melati memilih logo nomor 2 untuk dijadikan logo baru KWT Melati terdiri dari elemen ikan, air, daun-daunan dan keterangan nama organisasi serta lokasi organisasi tersebut berada. Penyusunan elemen ikan, air dan tumbuhan yang menumpuk menggambarkan sistem petanian aquaponic yang diaplikasikan oleh KWT Melati. Sistem tersebut menggabungkan budidaya ikan dengan yang telah dipilih oleh KWT Melati sebagai logo baru mereka segera digunakan. Logo tersebut telah dipasang sebagai foto profil pada akun instagram kwtmelati_blitar. Selanjutnya logo ini akan terus digunakan sebagai logo baru KWT Melati Kelurahan Kepanjenkidul Kota Blitar. Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Salah satu program kerja dari KKN UNS Kelompok 229 Desa Gonilan Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo yaitu Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani KWT melalui Budidaya Sayuran dan Vertical Garden. Program kerja ini merupakan salah satu program kerja utama Kelompok 229 yang mengusung tema "Masyarakat Mandiri". Hal ini didasari karena selama pandemi covid-19 kegiatan di KWT Gonilan menjadi terbatas, sehingga lahan budidaya yang sebelumnya sudah ada menjadi kurang terurus. Dengan adanya program kerja ini diharapkan membantu memberdayakan kembali KWT di Gonilan. Dokpri KKN UNS Kelompok 229 didampingi Pembimbing Lapangan Dr. Sri Marmoah, dengan mahasiswa terdiri dari Gregorius Aryo Danang Edsan Putro, Prisca Puspita Sari, Fatimah Nur Azizah, Fatimah, Fuad Amri Prayoga, Endah Permatasari, Fifi Putri Huda Sari, Adib Mufti Bihtiari, dan Fahna Sabilla Miftanisa. KKN ini dilaksanakan selama 30 hari dari bulan Juli hingga Agustus 2021. Pelaksanaan program kerja Budidaya Sayuran dan Vertical Garden sudah mendapatkan izin dari Kepala Desa Gonilan dengan syarat tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Dokpri Selain itu, pemilihan program kerja utama juga didasari karena di Desa Gonilan terdapat Kelompok Wanita Tani dan lahan kosong yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya sayuran dan vertical garden di masa pandemi covid-19. Adapula tujuan proker ini juga turut untuk menjaga ketahanan pangan sektor rumah tangga di masa pandemi covid-19. Adanya budidaya sayuran ini diharapkan hasilnya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sayuran para Kelompok Wanita Tani dan Ibu Rumah Tangga sekitarnya. Adapun pembuatan vertical garden disini tidak hanya menambah keindahan lahan saja, tetapi juga sebagai tanaman refugia yang bermanfaat sebagai menarik musuh alami hama. Pelaksanaan program kerja ini menggunakan metode praktik bersama KWT Idum Abadi Desa Prisca Puspita Sari & Fahna Sabilla Miftanisa Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Selasa, 9 februari 2021 pukul WIB, Kami mahasiswa KKN UPGRIS 2021 mengikuti kegiatan ibu-ibu KWT Kelompok Wanita Tani desa bakalan. KWT merupakan singkatan Kelompok Wanita Tani yang beranggotakan ibu-ibu rumah tangga di desa bakalan yang mengolah sebuah lahan menjadi kebun yang ditanami berbagai tanaman obat-obatan. Kegiatan berkebun tersebut biasanya dilaksanakan pada hari Jumat, Dikarenakan hari jumat kemarin cuaca tidak mendukung maka kegiatan para kelompok wanita tani jadi terhambat dan tidak bisa melakukan kegiatan berkebun seperti biasanya, Kegiatan yang kami lakukan diantaranya yaitu pembersihan lahan, dan pembuatan pupuk organik. Selain itu kami juga membuat jamu tradisional dari temulawak hasil dari perkebunan ibu-ibu KWT. Dan selama membantu kegiatan ibu-ibu KWT kami juga berkesempatan untuk membantu melakukan penyemprotan pupuk organik, dan membersihkan kebun. Setelah semua kegiatan tersebut selessai kami juga diajak untuk membuat ramuan jamu hasil olahan dari kebun yang di kelola Kelompok Wanita Tani KWT, Tujuan terbentuknya Kelompok ini adalah untuk membantu meringankan dan memudahkan keperluan kebutuhan tanaman obat ataupun kebutuhan bumbu dapur untuk masyarakat desa bakalan, dan menjaga tali silaturahmi dan rasa kekeluargaan yang erat antar masyarakat desa bakalan tentunya bagi kaum ibu rumah tangga. dokpri dokpri Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Abstract Mengingat potensi sumberdaya alam yang sangat mendukung, maka pemerintah desa Peninjoan Tembuku Bangli terus berupaya memfasilitasi dan membentuk kelembagaan organisasi petani untuk mengembangkan sumberdaya alam yang ada. Sejumlah kelompok dan organisi petani telah dikukuhkan keberadaannya untuk mengembangkan potensi yang ada. Bidang USAha tani atau kegiatan yang dikembangkan kelompok tani sangat beragam, yaitu mulai dari kelompok tani yang bergerak pada USAha tani padi sawah, hortikultura sayuran, palawija, dan pemeliharaan ternak termasuk USAha kerajinan dan produksi rumah tangga yang dapat meningkatkan tarap hidup dan kesejahteraan petani. Kelompok tani yang telah terbentuk, dari segi manajemen USAha kelompok tani tersebut sudah berjalan dengan baik karena anggota kelompok merasa ada dampak positif dengan keberadaan kelompok. Potensi SDM yang dimiliki adalah telah terbentuk kelompok-kelompok tani dengan asas semangat gotong royong, kebersamaan dan kekeluargaan yang merupakan tradisi masyarakat lokal. Akan tetapi semua potensi yang ada baik SDA maupun SDM belum dimanfaatkan secara optimal. Di desa Peninjoan sampai tahun 2014 sudah terbentuk empat Kelompok wanita tani yang berkedudukan di Banjar atau dusun yang berbeda dengan jenis kegiatan dan USAha yang berbeda sesuai dengan potensi SDM yang ada di kelompok. KWT Canang Sari dan KWT Bati Sari merupakan dua KWT yang ada di desa Peninjoan. Sampai dengan akhir pelaksanaan program ini, beberapa kegiatan telah terlaksana dengan baik dan berjalan sesuai dengan kebutuhan KWT yaitu dalam USAha peningkatan ketrampilan dan kemajuan USAha KWT adalah sebagai berikut. 1 Mengkelompokan anggota secara professional sesuai dengan kebutuhan bidang USAha dan potensi SDM yang bersangkutan. Karena di KWT ada beberapa bidang USAha dan kegiatan maka hal ini sangat perlu dilakukan sehingga anggota dapat memilih dan focus menjalani satu atau dua bidang kegiatan. 2 standar operasional prosedur SOP dalam seleksi bahan baku, proses produksi dan pengemasan produk jajanan Bali. 3 Bantuan beberapa peralatan produksi berupa mesin jahit, mesin obras, oven dan peralatan produksi jajanan Bali dengan maksud agar dapat memaksimalkan produksi, sehingga produk bisa di pasarkan sampai keluar desa. 4 Pendampingan dalam pemeliharaan ternak babi dan sapi dengan sanitasi kandang dan penyusunan pakan sesuai kebutuhan ternak 5 Pemanfaatan pekarangan dengan denplot diversifikasi jenis tanaman yang lebih produktip dan pemeliharaan yang lebih tertata. 6 Pendampingan dalam peningkatan inovasi dan kreativitas ketrampilan jahit menjahit dengan kreasi jenis pakaian yang lebih banyak dan mode yang menarik. 7 Pelatihan pembuatan produk olahan pangan hasil kebun sendiri dan pengemasan dan 8 pembuatan buku kas sehingga dapat diketahui produktivitas dari USAha KWT tersebut dan tercapainya KWT yang berdaya guna. Â Dari hasil pemantauan tim pelaksana tampak bahwa partisipasi anggota KWT dan peran sertanya di semua kegiatan sangat tinggi dimana anggota sangat antusias serta sangat termotivasi untuk memajukan USAha KWT dengan sungguh sungguh sesuai dengan minat dan ketrampilan yang dimiliki setiap Â
logo kelompok wanita tani